Pengobatan Diabetes Insipidus dengan Air Putih - Makloonamdk.Me

Pengobatan Diabetes Insipidus dengan Air Putih

Pengobatan Diabetes Insipidus dengan Air Putih

Pengobatan diabetes insipidus bergantung untuk jenis yang diderita. Pengobatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meminimalisir jumlah urine yang didapatkan oleh tubuh dan mengendalikan fenomena yang muncul.

Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Jika kita menghasilkan urine sejumlah 3-4 liter dalam satu hari (24 jam), situasi ini dirasakan sebagai diabetes insipidus kranial ringan. Kondisi ini tidak membutuhkan pengobatan khusus. Anda dapat meredakan fenomena yang hadir dengan menambah konsumsi air putih Anda guna menghindari dehidrasi. Dokter akan menganjurkan paling tidak mengonsumsi 2,5 liter dalam satu hari.

Jika situasi yang kita alami lumayan parah dan diakibatkan oleh rendahnya buatan hormon antidiuretik, maka mengonsumsi tidak sedikit air belum lumayan untuk meredakan fenomena yang muncul. Berikut ini sejumlah obat yang mungkin dipakai untuk mengatasi situasi yang dialami.

  • Desmopressin. Obat ini bermanfaat seperti hormon antidiuretik. Obat ini bakal menghentikan buatan urine. Desmopressin ialah hormon antidiuretik produksi dan memiliki faedah lebih powerful dari hormon aslinya. Obat ini dapat berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang barangkali terjadi ialah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat. Bagi tahu lebih tidak sedikit tentang obat ini, tanyakan untuk dokter atau apoteker.
  • Thiazide diuretik. Obat ini bermanfaat membuat urine menjadi lebih pekat dengan teknik mengurangi kadar airnya. Efek samping yang barangkali terjadi dampak obat ini ialah pusing saat berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan untuk pria, merasakan disfungsi ereksi.
  • Obat Anti-inflamasi Non-steroid. Jika kumpulan obat ini digabungkan  dengan thiazide diuretik, obat ini dapat menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika situasi yang kita alami diakibatkan oleh obat laksana lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon bakal meminta kita berhenti mengonsumsinya dan menggali obat penggantinya. Jika tidak dianjurkan oleh dokter, tidak boleh berhenti mengonsumsi obat yang sudah diresepkan dokter.

Jika organ ginjal merasakan gangguan dan tidak dapat merespons hormon antidiuretik sehingga mengakibatkan diabetes insipidus nefrogenik, maka kita akan dianjurkan untuk meminum tidak sedikit air putih supaya terhindar dari dehidrasi. Obat desmopressin tidak dapat mengatasi situasi ini.

Mengurangi asupan garam pun akan menolong ginjal dalam menyimpan air dan meminimalisir volume urine. Pastikan guna berkonsultasi dengan dokter sebelum mengolah pola santap Anda. Untuk meminimalisir jumlah buatan urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi non-steroid bakal diresepkan pada diabetes insipidus nefrogenik yang parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar